WEBSITE INI DIJUAL
Total artikel lebih dari 12,000.
Hubungi +1 816 281 6441 (WhatsApp)
KIRIM PESAN WA SEKARANG
FEE BAGI PERANTARA/PIHAK KETIGA Rp. 10,000,000 ke atas
Lain-lain

Ditulis oleh BCC

IHRAM.CO.ID, Laporan Erdy Nasrul, Wartawan Republika.co.id dari Makkah

MAKKAH — Setelah tiba di Makkah jamaah akan bersiap menghadapi puncak haji, yaitu berwukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, dan melontar jumrah di Mina (Armina). Tiga prosesi tersebut akan menjadi perhatian utama Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi.

Direktur Jenderal Penyelenggara Haji dan Umrah (Dirjen PHU) Prof Dr Nizar Ali memaparkan rencana menghadapi Armina. Pada tahun lalu, petugas haji mengalami kendala menyisir jamaah yang kelalahan pada jumrah aqabah setelah mabit di Muzdalifah. Banyak jamaah yang terduduk di bawah terik matahari.

 

Sementara  tim kesehatan terpusat di tenda Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) menangani jamaah sakit. Nizar menjelaskan tahun ini akan ada tim penyisir jamaah. Mereka berasal dari personel perlindungan jamaah (linjam) dan kesehatan. “Tim pertolongan pertama pada jamaah haji (P3JH) juga akan turun,” kata Nizar.

Saat ini mereka banyak bertugas di Masjid al-Haram dan Nabawi untuk memberikan bantuan kepada jamaah yang kelelahan dan mengalami gangguan kesehatan. Pada puncak haji, mereka akan dikerahkan untuk menyisir jamaah selama prosesi Armina.

Mobilisasi petugas akan berbeda. Tak lagi dikonsentrasikan pada satu titik, tapi dipecah. Petugas dari Daerah Kerja Bandara, Makkah, dan Madinah, sama-sama dilibatkan. Mereka disebar ke sejumlah pos untuk lebih menjangkau jamaah kelelahan. Petugas akan memberikan pertolongan kepada mereka.

“Sekarang menjadi kesatuan. Armina tidak lagi dibebani kepada satu daerah kerja. Semuanya harus turun nanti,” kata Nizar.

Katering selama Armina juga tidak berhenti. Petugasnya akan mengawasi produksi dan distribusi makanan jamaah. Hal ini merupakan komitmen pelayanan haji tahun ini untuk memberikan makan kepada jamaah sebanyak 40 kali. Dapur akan disiapkan di Arafah dan Mina.

Nizar mengatakan, pihaknya masih berdiskusi dengan Muassasah Muthawwafah (Lembaga swasta yang resmi ditunjuk pemerintah Saudi untuk melayani jamaah yang datang dari luar negeri selama berada di Makah). Rencana penyelenggaraan ibadah di Armina disampaikan dalam forum tersebut.

 

Berikan komentar