Politik

Kemenag Tetapkan Biaya Minimum Umrah Rp20 Juta

Ditulis oleh BCC

Jakarta: Tarif murah biaya perjalanan kerap dijadikan promosi biro perjalanan umrah nakal untuk menarik calon jemaah. Dalam peraturan menteri agama (PMA) terbaru ditetapkan batas minimum biaya umrah.

“Kami sudah sepakat biaya referensi umrah itu sebesar Rp20 juta itu adalah biaya rata-rata yang memadai sesuai dengan standar pelayanan minimal yang harus diberikan oleh biro travel ke jemaah umrah,” kata Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Komisi VIII DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa, 27 Maret 2018.

Angka Rp20 juta berdasarkan kalkulasi biaya akomodasi pesawat, hotel dan biaya lainnya. Angka ini telah didiskusikan bersama asosiasi penyelenggara ibadah haji dan umrah. 
 
Baca: Jemaah Umrah PT SBL Curghat Kejelasan Status Keberangkatan ke DPR

Dalam PMA nomor 8 tahun 2018 pun diatur regulasi standar pelayanan. Seperti maskapai penerbangan yang hanya diperbolehkan transit satu kali setiap keberangkatan calon jemaah umrah. 

“Tidak boleh menggunakan maskapai yang sampai 3-4 kali yang menyebabkan fisik dan stamina jemaah umrah itu tersita habis karena berhari-hari baru bisa sampai ke Tanah Suci,” jelas Lukman. 

Adapun jika ada biro perjalanan haji dan umrah yang mampu menawarkan harga di bawah Rp20 juta diberikan prasyarat. Pertama melapor Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag serta menjelaskan alasannya. 

“Jadi kalau mau tetapkan misalnya Rp18 juta atau bahkan Rp15 juta harus menjelaskan ini standar pelayanan minimal sudah terpenuhi atau belum,” ujarnya. 

Hal ini demi menghindari persaingan tak sehat antar biro perjalanan. Harga yang kelewat murah dan tak masuk akal mengabaikan standar pelayanan minimal yang ditetapkan. 

(AZF)

Berikan komentar