Kabar Gelanggang

Asian Games 2018: Penyebab Atlet Panahan Gagal di Kejuaraan Dunia

Ditulis oleh BCC
Berita.CC, Jakarta – Pelatnas Panahan Indonesia untuk Asian Games 2018 baru saja kembali dari Kejuaraan Dunia di Turki. Meski gagal meraih medali, namun Kepala Pelatih Panahan Indonesia Denny Trisyanto puas dengan perkembangan anak asuhnya.

 

“Jadi di Turki kemarin skor meningkat tapi kita nggak dapat medali. Tapi gak apa-apa, progressnya bisa diikuti kan di sana,” kata Denny saat ditemui di Lapangan Panahan Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, Senin, 4 Juni 2018.

 

Denny mengatakan sejak awal memang anak asuhnya sedikit terkendala dengan lapangan di Turki. Dengan waktu yang singkat para atlet kesulitan beradaptasi. Apalagi lapangan di sana berada di pinggir pantai dan memiliki angin yang cukup kencang. Denny mengatakan tiimnya hanya berada di sana selama sepuluh hari.

 

“Kendala kita kurang lama di sana. Adaptasi kurang karena semua terbatas dengan anggaran. Karena (di sana) mahal hitungan (menggunakan uang) euro,” kata Denny.

 

Di sisi lain Denny mengakui bahwa lawan yang dihadapi di Turki lebih berat. Tiga negara Asia berhasil menembus partai final di sana. Mereka adalah Jepang, Taiwan, dan Korea. Ia mengatakan hal ini menjadi sinyal bahaya yang harus diwaspadai tim Indonesia di Asian Games 2018 mendatang.

 

Meski begitu Denny mengatakan masih optimistis timnya bisa merebut setidaknya satu emas di Asian Games nanti. Ia mengatakan perbedaan kekuatan Indonesia dengan negara kuat lain di Asia tak terlalu jauh. 

 

“Memang lawannya bagus. Dan nggak apa-apa, desain untuk meraih medali sama progres itu beda. Skrng nanti untuk satu bulan ini desain untuk medali. Kita perbanyai simulasi di sini,” kata Denny. 

 

Kejuaraan Dunia di Turki merupakan turnamen kedua yang diikuti Indonesia di tahun 2018 ini. Sebelumnya Kejuaraan Dunia di Shanghai, Cina telah diikuti. Saat itu atlet panahan Indonesia berhasil merebut medali perunggu lewat nomor recurve beregu campuran. Medali itu diraih oleh duo pemanah Indonesia Riau Ega Agatha dan Diananda Choirunisa.

 

EGI ADYATAMA 

Berikan komentar