WEBSITE INI DIJUAL
Total artikel lebih dari 12,000.
Hubungi +1 816 281 6441 (WhatsApp)
KIRIM PESAN WA SEKARANG
FEE BAGI PERANTARA/PIHAK KETIGA Rp. 10,000,000 ke atas
Timur Tengah

PM Yordania Mengundurkan Diri Setelah Didesak Raja Abdullah

Ditulis oleh BCC

Berita.CC, Jakarta – Raja Yordania Abdullah II menerima pengunduran diri Perdana Menteri Hani al-Mulki setelah dia didesak meletakkan jabatan menyusul unjuk rasa akibat kenaikan harga barang dan RUU Pajak. Informasi tersebut diperoleh Al Jazeera dari Istana Kerajaan.

“Perdana Menteri Hani al-Mulki mengajukan pengunduran diri dalam sebuah pertemuan dengan Raja Abdullah II pada Senin, 4 Juni 2018,” kata pejabat pemerintahan yang tak bersedia disebutkan namanya.

Baca: Raja Yordania Desak Perdana Menteri Mundur, Harga Barang Naik

Perdana Menteri Yordania Hani al-Mulki mengundurkan diri, Senin, 4 Juni 2018. [http://www.thebaghdadpost.com]

Pengunduran diri Mulki pada Senin ini di tengah unjuk rasa massal dipicu oleh kenaikan barang dan RUU Pajak yang diajukan pemerintah ke Parlemen bulan lalu. Menurut sumber kepada Al Jazeera, massa menolak kebijakan ekonomi yang diterapkan pemerintah di bawah kendali Mulki.

Unjuk rasa yang berlangsung selama empat hari tidak hanya di Ibu Kota Amman, melainkan juga terjadi di hampir seluruh kota di Yordania. Mereka serempak menuntut Mulki mengundurkan diri setelah pemerintahannya mengusulkan kenaikan pajak sedikitnya lima persen.

Baca: Raja Abdullah Copot 3 Saudaranya Perwira Top Militer Yordania

Perdana Menteri Yordania sebelum mengundurkan diri, Hani Mulki, berjabat tangan dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Ankara. (Petra photo)

Mulki menjabat sebagai Perdana Menteri pada 2016. Dia diminta meningkatkan ekonomi negara di tengah kekacauan regional dan krisis pengungsi. Beberapa sumber mengatakan, Mulki akan digantikan oleh Menteri Penddidikan Omar al-Razzaz, seorang mantan ekonom Bank Dunia, yang lebih disukai dan diterima oleh rakyat Yordania.

Berikan komentar