WEBSITE INI DIJUAL
Total artikel lebih dari 12,000.
Hubungi +1 816 281 6441 (WhatsApp)
KIRIM PESAN WA SEKARANG
FEE BAGI PERANTARA/PIHAK KETIGA Rp. 10,000,000 ke atas
Jabar

Pencabul Bocah di Bandung Sudah Tiduri 30 Wanita

Ditulis oleh BCC

BANDUNG – Farid (26) pelaku pencabulan terhadap di bawah umur, diketahui berprofesi sebagai gigolo. Farid mengaku, dirinya kerap juga melakukan hubungan intim dengan wanita berusia rata-rata 40 tahun.

Bahkan ia juga menyebut, sudah berhubungan badan dengan 30 wanita. Setiap kali berhubungan inti, Farid mengaku mendapat bayar dengan kisaran Rp100 ribu sampai dengan Rp10 juta.

Farid menuturkan, dirinya pertama kali berhubungan badan sejak ia duduk Sekolah Menengah Pertama (SMP), tepatnya saat berusia 15 tahun.

“Awalnya dengan teman ibu saya, diajari dan akhirnya keterusan,” kata Farid saat diwawancarai wartawan, Jumat (10/8/2018), di Polda Jabar.

Farid mengaku, profesi sebagai gigolo, kerap ia jalani. Dirinya sering kali berkenalan dengan wanita melalui media sosial dan juga mencari di pusat-pusat perbelanjaan di Kota Bandung. ‎

“Awalnya saya kenalan di Facebook, ketemuan di hotel dan akhirnya dibayar. Kalau terakhir cari tante-tante mall-mall besar. Saya pakai pakaian rapi, cari tante-tante. Setelah ada perhatikan dari jauh dan nanti ada kode seperti mengedipkan mata. Nanti nyamperin dan akhirnya ke hotel,” tutur Farid.

Diberitakan sebelumnya, Farid harus berurusan dengan Subnit Perlindungan Perempuan dan Anak Ditreskrimum Polda Jabar, setelah dirinya menjadikan seorang anak di bawah umur, menjadi budak seks.

Korban diketahui berinisial GSP belia berumur 13 tahun. Keduanya berkenalan melalui media sosial facebook, Februari lalu. Pertemanan mereka berlanjut dengan saling bertukar nomor aplikasi pesan whatsapp.

Saat pertemanan berlanjut, pelaku kerap mengirimkan gambar dan video-video yang berunsur pornografi. Kemudian, pelaku pun merayu korban untuk bertemu. Setelah korban mau, pelaku pun menjemput korban di rumahnya, di Bandung.

“Keduanya pun bertemu dan saat itu pelaku meminta korban untuk berhubungan intim,” ujar Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto, saat ungkap kasus di tempat dan waktu yang sama.

Korban pun terjebak rayuan pelaku. Saat itu, pelaku dengan sengaja merekam saat dirinya berhubungan intim dengan korban. ‎Tak lama setelah korban di setubuhi oleh pelaku, sekira bulan April, pelaku kembali meminta untuk dilayani oleh korban.

Namun begitu, korban enggan ajakan tersebut. Pelaku pun mengancam korban dengan cara, bakal menyebarkan video yang di rekam pelaku, ke keluarga dan teman-teman korban. Atas itu, korban pun mau menuruti apa kemauan pelaku.

Meski korban telah mengikuti kemauan pelaku, namun video hubungan intim keduanya tetap di sebar oleh pelaku, hingga ke teman-teman korban. Akhirnya, video tersebut pun diketahui pihak guru di tempat korban bersekolah. Pihak guru pun langsung melaporkan ke orang tua korban dan berlanjut ke pihak kepolisian.

(kha)


Berikan komentar