Peristiwa

17 Kuda dari Belgia untuk Asian Games tiba di Bandara Soekarno-Hatta

Ditulis oleh BCC

Berita.cc – 17 ekor kuda dari 141 total kuda atlet Asian Games tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Sabtu (11/8). Sebelumnya 2 ekor kuda asal Tiongkok telah mendarat dan berada di Internasional Equestrian Park Pulomas (JIEPP) Pulomas, Jakarta.

Belasan kuda asal Belgia ini diangkut terbang dari negara asalnya dengan menumpang pesawat Qatar Emiri Air Force, dan mendarat di terminal kargo.

“Saya memastikan bahwa Tim teknis Karantina Hewan Karantina Soekarno Hatta mengawal kesehatan dan keamanan kuda ini sesuai dengan persyaratan internasional, sebagaimana sudah ditegaskan oleh Pak Mentan,” kata Agus Sunanto Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani, Badan Karantina Pertanian, Kementerian Pertanian di terminal kargo Bandara Soekarno Hatta.

Dirinya memastikan, kuda-kuda tersebut merupakan peserta Asian Games yang mewakili empat negara yakni: Kirgistan, Uzbekistan, Iran, dan Indonesia.

“Dijadwalkan pada (14/8) besok kembali akan mendarat sebanyak 38 ekor kuda asal Eropa dari 20 negara peserta Equistrian pada ajang Asian Games yang digelar (18/8) mendatang.

“Kedatangan 17 kuda merupakan kali kedua setelah pada 29 Juli 2018 lalu. Kuda asal Tiongkok telah lebih dahulu datang ke Indonesia dan kini masih berada dalam masa perkarantinaan,” jelas Agus.

Pihaknya panjut Agus, bertanggung jawab menjaga kesehatan kuda-kuda yang akan berlaga di cabang equestrian tersebut selama 24 jam. Dengan menyiagakan dokter kesehatan hewan yang ditempatkan di JIEPP Pulo Mas.

“Tim dokter hewan karantina ini memantau perkembangan kuda-kuda tersebut hingga layak dibawa ke arena pertandingan. Seluruh kuda Asian Games yang tiba di Indonesia diberi perlakuan desinfektan dan footmat. Footmat ini merupakan karpet berisi desinfektan sebagai anti mikroorganisme, sehingga kuda menapakkan kakinya pertama kali dengan menginjak footmat sebagai tindakan biosekuriti,” jelas Agus.

Berbeda dengan kuda asal Tiongkok yang harus melalui pemeriksaan di negara asal dan dikarantinakan terlebih dahulu di Instalasi Karantina Hewan (IKH), kuda asal Uni Eropa ucap Agus, tidak perlu dilakukan pengamanan dengan dua kali proses seleksi.

Hal ini lanjut dia, karena Uni Eropa memiliki kelebihan dengan sistem kesehatan yang sangat baik dan seleksi yang sangat ketat, atau sering disebut dengan istilah High Health Performance (HPP).

“Status kesehatan hewan asal Uni Eropa pun telah memenuhi standar EDFZ atau standar zona bebas penyakit kuda,” kata Agus.

Berdasarkan ketentuan dan persyaratan karantina, bilang Agus, terdapat tiga penyakit penting pada kuda yang perlu dipastikan statusnya sebelum diperbolehkan masuk ke arena Asian games, yaitu: Dourine, Glanders dan Equine Infectious Anemia (EIA).

“Hal ini sesuai dengan persyaratan EDFZ dan Permentan No. 28 Tahun 2018 tentang Tindakan Karantina Hewan terhadap pemasukan dan pengeluaran kuda untuk perlombaan, pemeriksaan terhadap penyakit EIA, Glanders dan Dourine wajib dilakukan,” bilang dia.

Meskipun kuda asal Uni Eropa telah memenuhi standar EDFZ, sistem karantina untuk kuda pada lomba Equestrian ini harus tetap dilaksanakan. “Sistem karantina untuk kuda lomba ini harus tetap dijalankan. Karena kuda kuda tersebut harus dicek sesuai dengan identitasnya, tidak boleh keluar dari IKH termasuk venue yang juga ditetapkan sebagai IKH,” jelas Agus.

Selain memastikan kesehatan dan keamanan, pengecekan identitas kuda-kuda atlit Asian Games dilakukan dengan menyesuaikan nomor microchip kuda dengan Health Certificate (HC) dan paspornya. Paspor yang dimiliki kuda-kuda ini sama dengan data diri kuda yang ada di dalam sebuah microchip. Setiap kuda yang mengikuti pertandingan akan dipasangkan microchip di bawah kulit di daerah leher kuda.

“Microchip berisi deretan angka atau kode khusus yang menandakan kuda tersebut dibaca dengan menggunakan reader khusus. Deretan angka atau kode khusus tersebut harus sama dengan yang tertera dalam paspor kuda,” ucapnya. [bal]

Berikan komentar