WEBSITE INI DIJUAL
Total artikel lebih dari 12,000.
Hubungi +1 816 281 6441 (WhatsApp)
KIRIM PESAN WA SEKARANG
FEE BAGI PERANTARA/PIHAK KETIGA Rp. 10,000,000 ke atas
Internasional

Warganya Ditahan Korea Utara, Pemerintah Jepang Dilanda Kepanikan

Ditulis oleh BCC

TOKYO, Berita.ccKorea Utara dilaporkan telah menahan seorang warga negara Jepang. Kepanikan menyelimuti Kementerian Luar Negeri Jepang di Tokyo untuk segera menggali informasi tentang latar belakang pria tersebut.

The Asahi Shimbun mewartakan pada Sabtu (11/8/2018), pria yang tidak disebutkan namanya itu ditahan pada awal bulan ini. Dia dikabarkan berusia setengah baya.

Namun, pemerintah belum menjelaskan mengenai bagaimana pria tersebut bisa masuk ke negara tertutup dan alasan penahanannya.

Muncul kekhawatiran mengenai kemungkinan pria itu dituduh sebagai mata-mata.

Baca juga: Korea Utara Bebaskan Seorang Pria Korsel yang Menerobos Perbatasan

Sejauh ini, Kemenlu Jepang memasukkan Korea Utara sebagai negara yang harus dihindari oleh penduduknya.

“Sementara berupaya memastikan keselamatan pria menjadi prioritas utama, ada kemungkinan Korea Utara menggunakan penahanan pria itu sebagai kartu dalam negosiasi dengan Jepang,” ujar seorang sumber pemerintah.

Insiden penahanan terjadi ketika kedua negara berupaya mengatur pertemuan antara Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.

Keduanya diharapkan membahas masalah penculikan warga negara Jepang yang diculik oleh Korea Utara pada beberapa dekade lalu.

Pembicaraan mengenai uji coba rudal balistik Kora Utara dan pengembangan senjata nuklir masuk dalam agenda pertemuan.

Baca juga: Kini Giliran Australia Desak Korea Utara Kembalikan Kerangka Tentara

Seperti diketahui, pada 15 September 2017, Korea Utara kembali menembakkan rudal ke arah timur melewati wilayah udara Hokkaido, Jepang utara dan jatuh di Samudera Pasifik.

Sebelumnya, rudal jarak menengah Hwasong-12, juga ditembakkan oleh Korea Utara melewati Jepang.

Rudal terbang melintasi wilayah udara Jepang dan jatuh di Samudera Pasifik hingga memicu kepanikan warga di Jepang utara, pada 3 September 2017.

Berikan komentar