WEBSITE INI DIJUAL
Total artikel lebih dari 12,000.
Hubungi +1 816 281 6441 (WhatsApp)
KIRIM PESAN WA SEKARANG
FEE BAGI PERANTARA/PIHAK KETIGA Rp. 10,000,000 ke atas
Internasional

Yacht Mewah Terkait Skandal 1MDB Tidak Jadi Dipamerkan ke Publik

Ditulis oleh BCC

KUALA LUMPUR, Berita.cc – Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad pada Sabtu (11/8/2018) meninjau yacht mewah Equanimity yang disita terkait skandal korupsi perusahaan 1MDB.

Mahathir mengatakan, yacht Equanimity tidak akan diperlihatkan kepada publik untuk menjaga kondisi kapal dan mempertahankan nilainya.

Channel News Asia mengabarkan, kapal tersebut akan dijual secepat mungkin karena biaya perawatannya saja mencapai sekitar 2 juta ringgit per bulan atau sekitar Rp 7 miliar.

Baca juga: Berlayar dari Batam, Yacht Mewah Terkait Korupsi 1MDB Tiba di Malaysia

“Kami harus menjaga kapal pesiar dalam kondisi baik. Tapi jika mengizinkan ratusan orang untuk datang melihat, maka bisa merusak yacht,” katanya.

“Pembeli tidak akan mau membeli kapal yang dipamerkan seperti itu,” ucapnya, setelah melakukan inspeksi.

Kapal yang nilainya diperkirakan mencapai 1 miliar ringgit atau Rp 3,5 triliun itu kini berlabuh di Boustead Cruise Center.

Kapal pesiar itu awalnya berada di perairan Indonesia. Dengan dikawal oleh polisi Malaysia dan tiga kapal patroli, yacht berlayar ke Pelabuhan Klang pada Selasa lalu.

Penjualan yacht diusulkan dibuka secara internasional. Mahathir menilai, seseorang yang berniat untuk membelinya berarti sangat kaya.

“Mungkin orang-orang dari Arab atau Bill Gates yang mungkin tertarik,” katanya.

Kapal itu menjadi bagian dari aset yang dibeli menggunakan dana dari skandal 1Malaysia Development Berhad (1MDB), yang melibatkan mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak.

Baca juga: Skandal 1MDB: Indonesia Serahkan Yacht Mewah, Mahathir Berterima Kasih

Kapal diyakini berhubungan dengan pengusaha buronan Low Taek Jho atau Jho Low.

Menurut gugatan perdata yang diajukan oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat, ada 4,5 miliar dollar AS atau Rp 65 triliun disalahgunakan oleh pejabat atas 1MDB dan kroni-kroninya.

Dalam gugatan itu, aset senilai 1,7 miliar dollar AS atau Rp 24,6 triliun dibeli dengan uang curian.

Berikan komentar