Nusantara

200 Personel Brimob Dikirim ke Timika Papua Atasi Kelompok Bersenjata

Ditulis oleh BCC

TIMIKA – Sebanyak 200 personel Brimob didatangkan ke Timika guna mengatasi kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) yang akhir-akhir ini kerap melakukan teror penembakan di beberapa wilayah di Papua.

Kapolres Mimika, AKBP Agung Marlianto mengatakan bahwa 200 personel Brimob dari Ambon dan Kelapa Dua, Depok telah tiba di Timika pada Jumat lalu.

Pasukan Brimob tersebut selanjutnya akan dikirim ke beberapa daerah seperti Nduga, Puncak, dan Puncak Jaya, termasuk di Tembagapura Mimika untuk mengatasi gangguan kamtibmas oleh KKSB. “Ada satu kompi dari Satuan Brimob Polda Maluku dan satu kompi lagi dari Resimen Pelopor Brimob Polri,” jelas Agung seperti dilansir Antara, Minggu (12/8/2018).

Ia mengatakan, untuk sementara pasukan Brimob luar Papua itu disiagakan di Timika. Mereka akan dikirim ke beberapa daerah rawan gangguan kamtibmas sesuai kebutuhan di wilayah tersebut.

Khusus di wilayah Nduga, hingga kini masih terdapat satu kompi yang tergabung dalam Satgasus Papua untuk mengamankan wilayah itu dari gangguan KKSB.

“Sampai sekarang masih ada satu kompi disiagakan di Nduga. Pasukan yang datang ini untuk penebalan dan mengisi kekosongan di beberapa tempat yang terdapat potensi ancaman gangguan kamtibmas oleh KKSB,” ujar Agung.

 

Ancaman gangguan kamtibmas di beberapa wilayah di Papua cukup meningkat akhir-akhir ini, termasuk menjelang peringatan HUT ke-73 Kemerdekaan RI, seperti penyerangan terhadap dua anggota dan mobil patroli Polres Puncak Jaya di Mulia.

Selain itu, baru-baru ini tim survei ‘Papua Terang’ yang didampingi aparat TNI juga diserang oleh sekelompok warga saat melakukan kegiatan survei di Kabupaten Paniai.

Kabid Humas Polda Papua, Komisaris Besar AM Kamal mengakui tiga daerah yaitu Nduga, Puncak, dan Puncak Jaya menjadi perhatian serius Polda Papua menjelang perayaan HUT RI tahun ini.

“Daerah lain di Papua cukup kondusif sebagaimana laporan dari para kapolres. Namun, yang menjadi perhatian adalah daerah-daerah pegunungan karena masih terjadi kekerasan oleh kelompok kriminal bersenjata,” kata Kamal.

(sal)


Berikan komentar