WEBSITE INI DIJUAL
Total artikel lebih dari 12,000.
Hubungi +1 816 281 6441 (WhatsApp)
KIRIM PESAN WA SEKARANG
FEE BAGI PERANTARA/PIHAK KETIGA Rp. 10,000,000 ke atas
Nusantara

Cerita Bocah Selamat dari Tragedi Pesawat Jatuh di Papua, Sempat Tidur Bersama Jenazah Ayah

Ditulis oleh BCC

JAYAPURA – Korban selamat pesawat nahas Caravan Dimonim Air PK-HVQ yang miliki nama lengkap Muhammad Jumaidi (12) akhirnya menjalani perawatan di RS Bhayangkara Polda Papua.

Mukjizat Tuhan begitu nyata terjadi kepada sosok anak lelaki ini, bagaimana tidak, dalam kecelakaan udara, bisa dihitung jari korban selamat, selebihnya pasti meninggal dunia. Jumaidi menjadi buah bibir warga seantero Nusantara, bahkan dunia yang turut menyaksikan kecelakaan pesawat yang kemudian diketahui jatuh dan menabrak gunung Menuk Kabupaten Pegunungan Bintang.

Kabar selamatnya bocah 12 tahun ini teriring ucapan syukur yang tidak terhenti. Siang tadi, sekitar pukul 14.30 WIT, Jumaidi dievakuasi ke Jayapura, dengan menumpang pesawat Dimonim Air PK -HVR. Nampak saat dikeluarkan dari pesawat berjenis Caravan itu, Junaidi masih membuka mata. Nampak pucat memang, dan tak henti-hentinya ucapan syukur kesempatan dirinya terucap dari tim Basarnas dan pihak Polri yang menjemput dirinya di Bandara Sentani.

Jumaidi tak sendiri, ditemani perawat dari RSUD Oksibil Andreas Tukan yang mengantarnya hingga ke rumah sakit Bhayangkara. Andreas bahkan sempat menceritakan kisah pilu Jumiadi ini kepada awak media.

Kepada seorang perawat yang menemaninya terbang ke Jayapura saat dirinya dievakuasi ia bercerita panjang lebar tentang kejadian memilukan itu. Bagaimana tidak, saat kejadian Jumaidi dengan ayahnya yakni Jamaludin.

“Begitu terdengar alarm sebagai tanda jatuhnya pesawat ia (Jumaidi) dipeluk ayahnya dan bersama-sama melompat keluar,” kata Andreas Tukan di RS. Bhayangkara, Jayapura, Minggu (12/8/2018).

Yang membuat miris, ayah Jumaidi harus meregang nyawa dalam insiden tersebut. Meski Jumaidi sempat tak sadarkan diri saat melompat keluar pesawat.

“Setelah siuman, Jumaidi yang dalam kondisi patah lengan kanan dan cedera ringan lainnya sempat berjalan memasuki bangkai pesawat untuk mencari air minum, karena haus,” kata Andreas menceritakan apa yang diceritakan Jumaidi kepadanya saat dirawat di Oksibil. Setelah itu, Jumaidi masuk kedalam puing pesawat yang masih utuh bagian badan dan ekornya untuk istirahat.

“Dia bilang ke saya saat itu karena haus ia sempat masuk ke dalam bangkai pesawat dan tidur di dalam, mungkin bersama sebagian jenazah penumpang lainnya yang tak selamat,” ujar Andreas.

Andre, sapaan akrab perawat ini juga takjub dengan sosok Jumaidi yang tetap tegar dan nampak stabil, padahal baru saja alami kejadian yang mengerikan. Jatuh dengan pesawat dan ‘menginap’ di dalam hutan belantara Papua dengan segala resiko yang ada.

Berdasar pengakuan Jumaidi kepada Andreas, ada dua Penumpang lain Bertahan Hidup hingga Shubuh. “Ia Pak Mantri ada penumpang lain yang hidup tapi meninggal pagi tadi,” kata Andre menirukan Jumaidi.

Sementara hasil pemeriksaan oleh dokter di RS Bhayangkara, Jumaidi dinyatakan stabil. “Dia masuk ke rumah sakit dengan hemodinamik stabil. Itu artinya tak ada pendarahan yang mengancam jiwanya,” jelas dr. Hery Budiono yang juga kepala RS Bhayangkara Polda Papua ini.

Namun dikatakan, pada bagian kepala Jumaidi terdapat cedera kepala ringan karena sempat kehilangan kesadaran setelah kejadian itu.

“Pasien alami patah tulang tertutup di lengan kanan. Kami masih lakukan diagnostic dan foto tulang belakangnya karena pasien juga merasa nyeri di daerah tulang belakang,” tambah Hery.

Meski belum dapat menyimpulkan kesehatan Jumaidi secara keseluruhan, namun kondisi Jumaidi dikatakan stabil. Sebelumnya, dari data yang berhasil dihimpun wartawan, Tim SAR gabungan berhasil tiba di lokasi jatuhnya pesawat pada pukul 9.20 WIT, Minggu (12/8) pagi ini.

Pukul 10.15 WIT, Anggota Basarnas di TKP melaporkan M.Jumaidi penumpang pesawat tersebut dinyatakan selamat dan telah dievakuasi oleh masyarakat ke posko Aju Kampung Okatem Distrik Serambakon kemudian dievakuasi ke Posko SAR kota Oksibil.

Sementara, informasi yang dihimpun, 8 jenazah, termasuk ayah Jumaidi masih berada di RSUD Oksibil, dan rencananya esok 4 jenazah akan dievakuasi ke Jayapura.

(kha)


Berikan komentar