WEBSITE INI DIJUAL
Total artikel lebih dari 12,000.
Hubungi +1 816 281 6441 (WhatsApp)
KIRIM PESAN WA SEKARANG
FEE BAGI PERANTARA/PIHAK KETIGA Rp. 10,000,000 ke atas
Peristiwa

Curanmor lintas kabupaten di Bali dibekuk polisi, tiga motor disita

Ditulis oleh BCC

Berita.cc – Sindikat pencurian sepeda motor lintas kabupaten di Bali dibekuk polisi. Muhamad Adi Yanto (25) dan Salam Rahmat (34) ditangkap di sebuah rumah kos di wilayah Kedonganan, Jimbaran, Badung, Kamis (9/8) lalu.

“Mereka digerebek di tempat persembunyiannya. Hasil penggeledahan, polisi mengamankan kunci T, tiga sepeda motor hasil curian dengan plat nomor polisi sudah diganti dan barang bukti lainnya,” kata Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Hengky Widjaja, kepada wartawan, Sabtu (11/8).

Menurut Hengky, pengungkapan kasus ini setelah I Made Buda Arsana (51) melapor kehilangan Honda Vario miliknya pada 3 Agustus lalu. Kemudian pada Kamis pukul 17.00 WITA, kepolisian mendapat informasi ada sepeda motor mencurigakan parkir di sebuah di indekos. Berdasarkan informasi tersebut, tim 1 Jatanras Subdit 3 melakukan penyelidikan dan ternyata sepeda motor korban ada di sana.

Tanpa buang waktu lagi, polisi langsung menggerebek indekos tersebut dan menangkap kedua pelaku asal Jawa Timur ini. Saat diinterogasi, pelaku mengaku mencuri dua sepeda motor Honda Vario dan Yamaha Mio di wilayah Banjar Kawanan Desa Bila, Kubutambahan, Buleleng pada Kamis (2/8) lalu.

Sebelumnya pada Rabu (1/8) mereka beraksi di dua lokasi. Pertama, mencuri sepeda motor Honda Beat warna putih di Taman Nusa, Gianyar. Kedua, di depan kantor BRI Kota Bangli mengambil sepeda motor Honda Scoopy warna hitam merah.

Para pelaku juga mencuri sepeda motor Honda Scopy warna hitam merah di daerah Padang Galak, Denpasar Timur pada Minggu (5/8). Kemudian, mereka kembali mencuri sepeda motor Honda Scoopy DK 7471 RC di Desa Penelokan, Kintamani, Bangli pada Rabu (8/8) sekitar pukul 22.00 WITA.

Dua sepeda motor Honda Scopy dan satu motor Honda Beat curian ini, kata pelaku, diserahkan kepada temannya berinisial NM asal Singaraja, Bali.

“Modusnya mereka menggunakan kunci T. Kedua pelaku diduga pemain lama sehingga lihai menggunakan kunci T saat beraksi,” tutup Hengky. [lia]

Berikan komentar