WEBSITE INI DIJUAL
Total artikel lebih dari 12,000.
Hubungi +1 816 281 6441 (WhatsApp)
KIRIM PESAN WA SEKARANG
FEE BAGI PERANTARA/PIHAK KETIGA Rp. 10,000,000 ke atas
Nasional

Hingga Juli 2018, Sudah Ada 668 Kasus Kejahatan Siber

Ditulis oleh BCC

YOGYA – Menurut Identity Theft Resource Center (ITRC),sampai bulan Juli 2018 diketahui bahwa telah terjadi 668 kasus kejahatan siber dengan total data hilang mencapai 22.408.258 sehingga perlu menginkripsi data.

Demikian Crissie Maryanto Marketing Direktur Eset Indonesia di Baturaden, Purwokerto Sabtu (11/8 2018) dalam acara Baruraden Adventure Recharge. Menurutnya, besarnya data yang hilang menunjukkan rentannya pertahanan banyak korporasi dunia terhadap serangan melalui jaringan.

Foto: Berita.cc/krjogja

Realita ini juga merupakan parameter bagaimana deteksi dan perlindungan dari serangan siber tidak dapat hanya bergantung pada pertahanan perimeter semata. Sangat penting untuk menganalisis sumber data lain untuk menguatkan indikator yang ditemukan di titik akhir dan menciptakan peluang untuk mendeteksi serangan siluman.

“Teknologi yang mampu melakukan ini disebut analisis lalu lintas jaringan (Network analysis). Secara umum analisis lalu lintas jaringan hanya menyediakan informasi tingkat atas seperti alamat IP dan volume lalu lintas. Jika ingin menganalisis lalu lintas jaringan secara lebih menyeluruh dan memantau aktivitas, pengguna, aplikasi host, dan lain-lain,” tandasnya.

Dia menjelaskan pada prinsipnya, perangkat akan memonitor seluruh transaksi data pada sebuah jaringan yang terhubung. Selanjutnya, seorang administrator jaringan dapat dengan mudah membuka port yang dibutuhkan, sehingga seluruh data dapat dianalisa secara real time. Dengan menyediakan data yang jauh lebih kaya, analisis lalu lintas jaringan paket yang mendalam dapat mengidentifikasi masalah secara dini, termasuk bilamana terjadi sebaran data yang mencurigakan, termasuk malware dan ancaman serangan digital.

(fzy)


Berikan komentar