Peristiwa

Kalimantan Barat dikepung 422 titik panas dalam dua hari terakhir

Ditulis oleh BCC

Berita.cc – Ratusan hotspot atau titik panas mengepung 13 kabupaten dan kota di Kalimantan Barat. TNI dan BPBD berjibaku memadamkan titik panas yang membakar hutan dan lahan tersebut.

Data dilansir BMKG Pontianak berdasarkan pantauan dan pengolahan data LAPAN mulai dari Jumat (10/8) pukul 07.00 WIB hingga pagi tadi di waktu yang sama, titik panas paling banyak ada di kabupaten Sanggau sebanyak 117 titik panas.

Disusul kabupaten Sintang 66 titik, Landak 63 titik, Ketapang 44 titik serta Bengkayang 41 titik. Bahkan di Pontianak, ibu kota provinsi Kalimantan Barat, juga terdeteksi 3 titik panas.

Prajurit TNI AD dikerahkan memadamkan kobaran api di area Sepakat II, kota Pontianak, sejak Jumat (11/8) kemarin, di mana lahan yang terbakar sebagian besar merupakan lahan gambut, yang punya kesulitan tersendiri untuk dipadamkan.

Di Sepakat II, kobaran lahan gambut bahkan mendekati fasilitas instalasi tiang listrik di pemukiman. Petugas gabungan Polri, TNI, Manggala Agni, dan BPBD, serta relawan kebencanaan kebakaran yang memadamkan api, dibuat kesulitan kencangnya angin, minimnya sumber air hingga keterbatasan armada.

Meski sudah berupaya maksimal untuk memadamkan api dengan cara manual, menggunakan ranting dan kayu memukulkan ke sumber api, namun api berkobar hebat, di atas lahan gambut yang tebal.

“Baru kali ini api membesar. Kami sekeluarga (kemarin) ada 4 orang, tidak berani keluar rumah. Asap masuk ke dalam rumah, karena api mendekati permukiman,” kata warga sekitar Sepakat II yang tinggal di perumahan dekat sumber api, Abun, Sabtu (11/8).

Imbasnya, kabut asap menyelimuti Pontianak. Terutama, di waktu pagi dan sore jelang malam hari. “Kalau siang, kabut asap hilang. Tapi, malah sering muncul kebakaran lahan gambut,” kata warga Pontianak, Saputra.

Upaya pemadaman kebakaran lahan gambut di Pontianak, juga tidak lepas dari kerja keras relawan di Pontianak, yang juga ikut berjibaku memadamkan, hingga Jumat (10/8) malam. “Meski kami enggak punya peralatan memadai,” kata Ketua Forum Pemadam Kebakaran Kota Pontianak, Ateng Sanjaya. [bal]

Berikan komentar