WEBSITE INI DIJUAL
Total artikel lebih dari 12,000.
Hubungi +1 816 281 6441 (WhatsApp)
KIRIM PESAN WA SEKARANG
FEE BAGI PERANTARA/PIHAK KETIGA Rp. 10,000,000 ke atas
Megapolitan

Mengenang Kembali Memoar Pejuangan Pahlawan Kemerdekaan di Surabaya

Ditulis oleh BCC

TANGERANG – Salah satu sejarah perlawanan bangsa Indonesia yang paling heroik dalam melawan penjajah dan sekutu adalah peperangan di Surabaya tahun 1945. Meskipun banyak jatuh korban jiwa, namun peristiwa itu menunjukkan semangat luar biasa para pejuang demi memerdekakan bangsa.

Perang Surabaya sendiri terjadi usai Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Saat itu, Inggris dan Belanda yang tak mengakui kemerdekaan Indonesia, kembali ke Tanah Air dan berniat kembali mengakuisisi Indonesia.

Pertempuran ini adalah perang pertama pasukan Indonesia dengan pasukan asing setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan satu pertempuran terbesar dan terberat dalam sejarah Revolusi Nasional Indonesia yang menjadi simbol nasional atas perlawanan Indonesia terhadap kolonialisme.

Setidaknya, 6.000 – 16.000 pejuang dari pihak Indonesia tewas dan 2.00.000 rakyat sipil mengungsi dari Surabaya. Korban dari pasukan Inggris kira-kira sejumlah 600 – 2000 tentara. Pertempuran berdarah di Surabaya yang memakan ribuan korban jiwa tersebut telah menggerakkan perlawanan rakyat di seluruh Indonesia untuk melakukan perlawanan.

Banyaknya pejuang yang gugur dan rakyat sipil yang menjadi korban pada hari 10 November ini kemudian dikenang sebagai Hari Pahlawan oleh Republik Indonesia hingga sekarang.

Segala perjuangan tersebut dirangkum dalam satu film bertajuk “Battle Of Surabaya”. Film tersebut diawali dengan visualisasi dahsyat saat pengeboman kota Hiroshima oleh sekutu yang menandakan Jepang telah menyerah. Berikutnya, disusul pertempuran sengit yang menjadikan langit Kota Surabaya memerah, akibat efek peristiwa insiden bendera dan kedatangan Sekutu (Inggris) yang ditumpangi Belanda.

Ditampilkan juga gesekan kelompok pemuda Kipas Hitam dengan Pemuda Republiken dalam alur cerita itu. Selanjutnya, kisah riil mengenai heroisme Bung Tomo, Residen Sudirman, Gubernur Suryo, Moestopo, dan tokoh-tokoh lain ditonjolkan dalam membangkitkan semangat arek-arek Surabaya ketika menghadapi ultimatum Inggris.

Patriotisme membela bangsa itu, kini ditularkan pula kepada generasi-generasi penerus bangsa melalui berbagai cara. Salah satunya, memupuk kesadaran cinta tanah air dengan memaknai suatu film perjuangan berjudul “Battle Of Surabaya”.

Mengilhami perjuangan saat itu, ratusan siswa dari SMP Negeri 7 Serpong, MTs Negeri 5 Pagedangan, dan sekolah Stella Maris Serpong, mengikuti acara Nonton bareng (Nobar) film animasi ‘Battle Of Surabaya’ di kawasan The Breeze, Tangerang.

“Sebenarnya film ini telah banyak mendapat penghargaan dari berbagai negara, jadi kita bekerja sama dengan beberapa pihak, mengajak anak-anak usia remaja agar menumbuhkan kembali rasa cinta tanah air, dengan cara apa? dengan merawat keberagaman yang ada, itu yang kita tuju dari Nobar ini,” terang Aryanto Yuniawan, Penulis naskah sekaligus Produser film Battle Of Surabaya.

Battle Of Surabaya merupakan salah satu film produksi anak negeri yang telah menyabet berbagai penghargaan internasional, seperti International Movie Trailer Festival (IMTF), Holand Animation Film Festival 2016, Gold Winner Remi Award 2016, Best Animation of Animated Sequence 2017, Special Screening Athens Animefest 2016, Best Animation di Milan IFF 2017 serta penghargaan lain.

Tak hanya meneladani heroisme perang Surabaya 1945 itu, usai acara ratusan siswa-siswi pun mendapat penjelasan bagaimana mempoduksi suatu film animasi. Dari fase bagaimana melahirkan Idea, dilanjutkan membuat Script, Story Board, Lay Out, Animation, Background, Visual Effect, Compositing, Post Production, Final Voice, hingga Final Compositing,

“Film ini dibuat tahun 2012 hingga 2015, saat itu dana yang dihabiskan mencapai Rp20 miliar. Isinya 60 persen adalah fiksi dan 40 persen riil. Targetnya memang kalangan milenial, remaja. Film ini walaupun diproduksi untuk komersil, tapi sasarannya adalah edukasi tentang keberagaman,” imbuh Aryanto.

Acara Nobar Battle Of Surabaya adalah bagian dari program yang bertajuk Silaturahmi antarumat, Berdikari, Sehat, dan Damai (Satu BSD). Event ini, sekaligus juga perayaan dalam rangka menyambut HUT RI ke-73 pada 17 Agustus nanti. Diharapkan sejak dini, para siswa terus mempertebal rasa saling menghargai keberagaman di Indonesia, sebagaimana dikisahkan dalam film tersebut.

“Adapun tujuan dilaksanakannya acara ini adalah untuk menanamkan rasa cinta terhadap tanah air melalui film animasi. Selain itu melalui film Battle Of Surabaya, diharapkan anak-anak akan lebih mengenal dan menghargai film animasi karya anak bangsa,” terang Dhony Rahajoe, Managing Director President Office Sinar Mas Land, di lokasi yang sama.


Berikan komentar