Lain-lain

Tes Kesehatan Pilpres 2019, Alat Canggih Digunakan untuk Pendalaman

JAKARTA, Berita.cc – Ketua tim pelaksana tes kesehatan bakal calon presiden-bakal calon wakil presiden, Astronias Bhakti Awusi mengatakan, perihal teknis dan indikator pemeriksaan tetap sama dengan yang dilakukan saat Pilpres 2014.

Namun, Astronias menuturkan, tim pemeriksa akan menggunakan alat yang lebih canggih apabila ditemukan hal-hal yang membutuhkan pendalaman lebih lanjut.

“Kami melaksanakannya bilamana ditemukan ada sesuatu yang butuh pendalaman. Kami akan menggunakan fasilitas atau peralatan yang paling canggih yang terdapat di rumah sakit yang ditunjuk oleh KPU,” ujar Astronias saat konferensi pers di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Minggu (12/8/2018).

Astronias menuturkan, ada perbedaan dalam pelaksanaan tes kesehatan untuk Pilpres 2019 dibandingkan Pilpres 2014.

Baca juga: Tes Kesehatan Bakal Capres-Cawapres hingga 12 Jam, Apa Saja yang Diperiksa?

Tim dokter pemeriksa, kata Astronias, akan menggunakan alat kesehatan dengan teknologi termutakhir sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Ya tentang pemeriksaan dari tahun-tahun sebelumnya dengan saat ini, prinsipnya sudah direvisi kembali, tetapi dengan menggunakan alat-alat yang lebih mutakhir,” ujar dia.

Di sisi lain, Astronias mengatakan, pemeriksaan tak hanya meliputi kesehatan fisik, namun juga kejiwaan.

“Pertama ditanyakan, biasanya mengenai riwayat penyakit keseluruhan, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan jiwa, langsung pemeriksaan jasmani,” tuturnya.

Baca juga: Dokter Tes Kesehatan Pilpres adalah Gabungan IDI dan RSPAD

Adapun, pemeriksaan jasmani melingkupi penyakit dalam, jantung dan pembuluh darah, penyakit paru, bedah urologi, hingga ortopedi.

Selanjutnya, pemeriksaan telinga hidung dan tenggorokan. Jadi, kata dia, meliputi semua disiplin ilmu yang ada di bidang kesehatan.

“Ada juga pemeriksan penunjang pemeriksaan laboratorium, radiologi dan sebagainya,” kata Astronias.

BERITA.CC.TV Sebelum Jokowi dan Maruf Amin tiba di RSPAD sempat ada pernyataan dari Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengenai langkah terdekat yang akan dilakukan.

Berikan komentar