WEBSITE INI DIJUAL
Total artikel lebih dari 12,000.
Hubungi +1 816 281 6441 (WhatsApp)
KIRIM PESAN WA SEKARANG
FEE BAGI PERANTARA/PIHAK KETIGA Rp. 10,000,000 ke atas
Nasional

Cerita Prabowo Taklukkan Anies Baswedan dengan Ilmu Nasi Goreng

Ditulis oleh BCC

Berita.CC, Depok-Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto mengatakan bahwa ia mempunyai ilmu untuk menaklukan orang-orang yang dulu sinis terhadapnya akhirnya berbalik menjadi pendukung.  Prabowo mencontohkan orang yang dulu pernah sinis terhadapnya adalah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

“Anies itu lawan saya dulu. Dulu suka nyerang-nyerang saya. Tapi sudahlah. Saya bilang kalau dia belum kenal Prabowo Subianto. Begitu kenal, saya ajak ke Hambalang, kasih nasi goreng, berubah dia. Jadi itu ilmu nasi goreng,” kata Prabowo saat berpidato di hadapan pendukungnya di Hotel Bumi Wiyata Depok, Jawa Barat, Ahad, 1 April 2018.

Baca: Prabowo Subianto: Saya Lihat, Wajah Elit Jakarta Penuh Tipu

Prabowo menuturkan bahwa nasi goreng di rumahnya adalah yang paling enak. Dia pun berkelakar tidak mau membuka warung nasi goreng karena takut pedagang lain tidak laku. “Jadi hanya tamu khusus yang kira-kira sinis sama Prabowo, gue undang deh makan nasi goreng gue. Gue jamin lu berubah jadi pro-Prabowo Subianto,” ujarnya.

Anies Baswedan pernah menjadi juru bicara saat kampanye Joko Widodo-Jusuf Kalla dalam Pemilihan Presiden 2014. Saat membela Jokowi-JK, Anies kerap menyindir Prabowo. Salah satunya, Prabowo disebut Anies tidak memiliki kepekaan terhadap kondisi perekonomian Indonesia dalam debat calon presiden. Menurut Anies saat itu, Prabowo memaparkan besaran kebocoran anggaran kekayaan negara dengan data yang kurang tepat.

Simak: Prabowo: Saya Pernah Tertarik Neoliberalisme

Setelah Jokowi-JK terpilih sebagai Presiden-Wakil Presiden 2014-2019, Anies pun ditunjuk menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Namun, ia kemudian dicopot pada pertengahan 2016. Selanjutnya, Anies mengikuti pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017-2022. Ia berpasangan dengan politikus Partai Gerindra, Sandiaga Uno. Keduanya didukung oleh koalisi Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera, dan Partai Amanat Nasional.

Berikan komentar