WEBSITE INI DIJUAL
Total artikel lebih dari 12,000.
Hubungi +1 816 281 6441 (WhatsApp)
KIRIM PESAN WA SEKARANG
FEE BAGI PERANTARA/PIHAK KETIGA Rp. 10,000,000 ke atas
Megapolitan

7 Kecamatan di Bogor Dilanda Kekeringan, Warga Mandi Pakai Air Selokan

Ditulis oleh BCC

BOGOR – Sebanyak tujuh kecamatan di wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat dilanda kekeringan dan krisis air bersih. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor pun menyalurkan bantuan air bersih untuk kebutuhan minum warga.

“Ada tujuh kecamatan yang dilanda kekeringan yaitu Tenjo, Sukajaya, Ciampea, Citeureup, Babakan Madang, Rancabungur dan Klapanunggal,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor Sumardi, kepada Berita.cc, Sabtu (11/8/2018).

Suamardi menambahkan, kecamatan yang terparah akibat kekeringan ada di Kecamatan Tenjo yang mencapai 22 kampung. Warga di sana hanya bisa mengandalkan bantuan air bersih dari BPBD untuk dikonsumsi sehari-hari. Sedangkan, untuk kebutuhan mandi, warga memakai air sumur hingga selokan.

“Paling parah baru tiga desa yang terdiri dari 22 kampung di Tenjo. Untuk mandi mereka masih bisa mengambil dari sumur dan selokan. Kalau minum, dari air bersih yang kita distribusikan. Kami prediksi kondisi ini sampai akhir Agustus 2018,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Logistik BPBD Kabupaten Bogor Asep Usman mengatakan pihaknya sudah menyalurkan bantuan air bersih rata-rata 30 truk tangki per hari mulai pertengahan bulan Juli 2018 lalu.

“Sampai saat ini, kami sudah sekitar 30 truk tangki berkapasitas 5.000 liter air bersih yang telah kita distribusi ke warga yang membutuhkan per harinya. Itu tergantung kebutuhan dan permintaan,” ujar Asep.

Ilustrasi.

Asep menjelaskan, laporan kekeringan dan permohonan bantuan air bersih diterima BPBD melalui pesan singkat. Selanjutnya, relawan BPBD akan mengecek kondisi di lapangan sekaligus mendata jumlah warga yang membutuhkan air bersih.

“Untuk ke Tenjo misalkan, harus mengambilnya dari Leuwiliang. Jadi kendala, karena jarak tempuh bisa sampai dua jam. Belum macetnya,” ujarnya.

Meski terbilang cukup banyak wilayah yang dilanda kekeringan. Asep menyebut, jumlah armada untuk penyaluran bantuan air bersih dianggap masih cukup memadai menangani warga di Kabupaten Bogor.

“Masih cukup. Karena hampir setiap hari kami menyalurkan bantuan air bersih, kita tempatkan truknya di sumber air agar cepat. Paling sering itu ke daerah Ciampea dan Tenjo,” pungkas Asep.

(qlh)


Berikan komentar