WEBSITE INI DIJUAL
Total artikel lebih dari 12,000.
Hubungi +1 816 281 6441 (WhatsApp)
KIRIM PESAN WA SEKARANG
FEE BAGI PERANTARA/PIHAK KETIGA Rp. 10,000,000 ke atas
Peristiwa

Pengakuan muncikari, 5 tower di Apartemen ada praktik prostitusi, satpam tahu

Ditulis oleh BCC

Berita.cc – Odoy adalah satu dari sejumlah orang yang ditangkap polisi karena ketahuan melakukan praktik prostitusi di Apartemen Kalibata City. Temuan semacam ini sudah berulang kali terjadi.

Odoy mengungkap fakta mengejutkan soal bisnis esek-esek di Apartemen Kalibata. Muncikari itu menyebut, sebenarnya petugas keamanan apartemen tahu adanya bisnis tersebut. Justru, bisnis tersebut lancar karena bantuan satpam. Kerjasama itu pula yang membuatnya mudah membawa pelanggan masuk ke unit apartemen tanpa pemeriksaan yang ketat.

“Keamanan pasti, kalau ada saya sudah kenal bang, sudah tau (ada prostitusi). Cuma manajemen itu nggak tau apa-apa, jadi yang tau itu cuma satpam pengaman di situ,” kata Odoy saat berbincang dengan tim Berita.cc, Sabtu (11/8).

Biasanya, uang tutup mulut dengan sebungkus rokok. Bahkan, kata dia, mayoritas satpam kenal dengan wanita-wanita tersebut.

“Ada cewek namanya N itu udah lama di situ, udah beberapa tahun di situ, temen dan cewek-cewek udah banyak jadinya pada kenal. Misalnya dari Flamboyan ke Enony udah kenal gitu. Jadi cuma kasih rokok doang. Satu tower ada dua satpam. Satpam udah tau semua mau dari pagi, siang, malam, ampe subuh tau. Kalau kita pake celana pendek dia udah tau mau ada tamu,” bebernya.

“Kalau sama saya (jemput pelanggan) cuma minta KTP doang, kalau nggak ada (satpam menjaga) masa bodoh langsung masuk aja naik ke atas,” sambungnya.

Selain bantu merahasiakan, kata Odoy, satpam juga sering memberi tahu jika ada penggerebekan.

“Kalau nggak salah waktu itu temen saya ada yang gmong dari satpam hati-hatu lu baik-baai, kan ada suka penggerebekan, jadi sudah harus hati-hatu, jadi dia (satpam) nggak mau disalahin kena batunya. Saya kurang tau dari siapa (informasi bocornya),” katanya.

Sepengetahuannya, ada lima tower di Apartemen Kalibata sering dijadikan tempat prostitusi.

“Setahu saya lima tower. Aktif bang prostitusi semua. Towernya itu Flamboyan, Ebony, Kemuning, Mawar sama Lotus. Itu lima tower ada lima unit atau kamar. Ada 18 tower dari A sampe M. Satpam udah tau semua,” ucapnya.

Sebelumnya, pihak General Manager Kalibata City Ishak Lopung menyesalkan kembali ditemukannya praktik prostitusi di Apartemen Kalibata. Manajemen mengklaim kalau sudah bekerjasama dengan Kepolisian untuk memberantas para pelaku kejahatan.

“Kami sering berkomunikasi dengan pihak Polda. Kami temui Pak Nico (Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta) soal bagaimana memberantas masalah ini. Itu pada 30 Juli kemarin kami panggil polisi Polda untuk koordinasi untuk membicarakan soal pemberantasan prostitusi,” kata Ishak saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (9/8).

Dia mengungkapkan, pihaknya sudah memberikan data-data seperti broker termasuk, indikasi pelaku hingga dilakukan penangkapan pada 2 Agustus lalu. Bahkan, saat penangkapan dirinya ikut serta hadir.

Dalam kasus ini, Ishak membantah ada keterlibatan pihak manajemen dalam kasus ini. Menurutnya, itu adalah agen dan tidal ada kaitan orang dalam.

“Bukan orang dalam. Itu broker ya. Agen properti, itu bukan orang dalem. Kami pihak pengelola tidak pernah dalam urusan sewa menyewa. Kami hanya mengelola bagian bersama. Kami akan chek ya. Ini masih dalam proses penyelidikan orang yang terlibat. Biarkan ini urusan kepolisian,” tegasnya.

Menurutnya, manajemen sudah mengimbau para agen properti untuk tidak menyewakan ruangannya untuk kepentingan bisnis mau pun prostitusi. Sebab, para pelaku yang ditangkap Subdit Renakta Polda Metro Jaya adalah agen properti.

“Kami minta mereka jangan melakukan sewa menyewa harian. Kami sudah sampaikan juga lewat spanduk. Jadi ada door to door. Kalau ada hunian yang ditinggalkan para tenant, langsung kami catat, mereka tinggalkan berapa hari, kami minta agar semua keluar,” jelasnya.

Ishak memastikan siapapun memang tak bisa sembarangan masuk ke dalam apartemen. Sebab, ada akses khusus berupa kartu yang hanya dimiliki oleh pengelola dan pemilik.

“Siapapun yang naik ke atas, mau naik ke lobi unit, harus pakai akses kartu. Nggak bisa naik ke lantai atas kalau gak punya akses. Jadi bukan kita menghambat, tetapi yang saya tau kalau ada lembaga seperti KPAI , kami selalu welcome kok,” pungkas Ishak. [lia]

Berikan komentar