WEBSITE INI DIJUAL
Total artikel lebih dari 12,000.
Hubungi +1 816 281 6441 (WhatsApp)
KIRIM PESAN WA SEKARANG
FEE BAGI PERANTARA/PIHAK KETIGA Rp. 10,000,000 ke atas
Regional

Minta Ayahnya Dibebaskan dari Penjara, Bocah Ini Surati Ibunda Jokowi

Ditulis oleh BCC

JAKARTA, Berita.cc – Pengoperasian pabrik serat rayon oleh PT Rayon Utama Makmur (RUM) di Sukoharjo, Jawa Tengah, sejak Oktober tahun lalu mengakibatkan pencemaran udara dan air.

Proses produksi mengakibatkan air sungai di daerah sekitar wilayah pabrik di Dusun I, Plesan, Nguter, Kabupaten Sukoharjo tercemar dan berbau busuk.

Warga mencoba melakukan perlawanan, mulai dari menggelar negosiasi damai, demonstrasi, hingga aksi pembakaran bangunan.

Dalam serangkaian aksi perlawanan ini, tujuh aktivis lingkungan ditangkap dan kini mendekam di Lapas Kedungpane, Semarang. 

Baca juga: Unjuk Rasa Ricuh, Bupati Sukoharjo Dilempari Gelas Air Minum Kemasan

Salah satu dari ketujuh aktivis itu adalah Sukemi, seorang buruh tani yang memperjuangkan lingkungannya. Ia divonis hukuman penjara selama 2 tahun 3 bulan dalam sidang yang digelar Selasa (7/8/2018).

Pada Sabtu (11/8/2018), Berita.cc berhasil menghubungi istri Sukemi, Veny Ike Anjarwati yang kemudian menceritakan masalah ini.

Veny berkisah, pada 23 Februari lalu suaminya pergi ke pabrik PT RUM saat kerusuhan dan pembakaran sudah terjadi.

“Setahu saya Mas Kemi pergi dari rumah jam 14.30 sore bersama anak-anak. Saat itu pembakaran sudah terjadi sejak pukul 13.00. Tapi kurang tahu juga kenapa suami saya ikut ditahan, mungkin lagi apes,” ujar ibu tiga anak ini.

Ketiga anak pasangan Veny dan Sukemi adalah Genta (13), Rafa (10), dan si bungsu Dafa (3).
Sukemi ditahan sejak Maret 2018, hingga kini.

Setelah ayahnya dipenjara, Genta menulis sebuah surat dengan tulisan tangan yang ia tujukan kepada ibunda Presiden Joko Widodo, Sudjiatmi,

Dalam suratnya, siswa kelas VIII SMP ini menyebut ayahnya bukan seorang penjahat sehingga tidak selayaknya dipenjara.

Ia juga menceritakan kehidupannya saat ini semenjak ayahnya berurusan dengan hukum.

“Jika ditinggal kerja ibu, saya yang harus momong adik-adik. Saya kasihan sama adik saya yang paling kecil, setiap saya tinggal sekolah selalu menangis,” tulisnya.

Veny menambahkan, anak sulungnya itu menulis surat setelah malam harinya ia menceritakan akan berkunjung ke kediaman Sudjiatmi, di Surakarta.

Baca juga: Dianggap Sebarkan Komunis, Aktivis Lingkungan di Banyuwangi Ditahan

Dia berencana mengunjungi kediaman ibunda Presiden Joko Widodo itu untuk menyampaikan surat dari keluarga korban lainnya.

“Ya sudah, tulis saja surat. Nanti kalau sudah biar ibu perbaiki bahasanya,” katanya kepada Genta.

Berikan komentar