WEBSITE INI DIJUAL
Total artikel lebih dari 12,000.
Hubungi +1 816 281 6441 (WhatsApp)
KIRIM PESAN WA SEKARANG
FEE BAGI PERANTARA/PIHAK KETIGA Rp. 10,000,000 ke atas
Peristiwa

Besok digelar, deklarasi #2019GantiPresiden di Makassar tak dapat izin

Ditulis oleh BCC

Berita.cc – Neno Warisman, deklarator #2019GantiPresiden tiba di Makassar, Sabtu, (11/8). Dia terpaksa ‘dievakuasi’ naik ke kamarnya di Hotel Horison saat panitia berdebat dengan Kapolrestabes Makassar Kombes Irwan Anwar dan Direktur Intelkam Polda Sulsel Kombes Agus Rahendra terkait legalitas kegiatan yang akan digelar di Jalan Jenderal Sudirman, depan Monumen Mandala, Minggu besok, (12/8).

“Mau istirahat dulu di kamar,” kata panitia deklarasi #2019GantiPresiden sembari mengarahkan Neno Warisman bergeser dari lobi hotel meninggalkan perdebatan antara polisi dan panitia yang mulai memanas.

“Ini kegiatan tidak ada izinnya, jadi kalau besok dipaksakan berarti ilegal,” tegas Kombes Agus yang memancing teriakan takbir di antara panitia.

Sementara Kapolrestabes Makassar Kombes Irwan Anwar menjelaskan, hingga Jumat (10/8), panitia telah diberi kesempatan untuk melengkapi persuratan, namun sampai hari ini persuratan yang dimaksud belum terpenuhi. Antara lain surat ke Badan Kesbangpol tema kegiatannya bakti sosial untuk Lombok dan Bali telah direvisi menjadi sosialisasi gerakan nasional menjaga kedaulatan NKRI.

Hasil revisi surat itupun tetap tidak sesuai dengan tema dalam surat izin yang dimintakan ke Polrestabes yakni kegiatan deklarasi #2019GantiPresiden. Oleh karena itu, kata Irwan, tidak dikeluarkan rekomendasi untuk dibawa ke Polda Sulsel sebagai pihak yang berhak keluarkan izin karena pembicaranya ada orang di luar Sulsel dan massa yang akan datang juga dari berbagai daerah di Sulsel.

Faisal Silenang, pengacara Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) Sulsel sebagai penyelenggara deklarasi #2019GantiPresiden mengatakan pihaknya sangat menyayangkan sikap kepolisian yang mempersoalkan masalah administrasi dan tema kegiatan sehingga kesannya menghalang-halangi acara.

“Yang penting itu adalah kepolisian melakukan pengamanan. Bagaimana kegiatan ini bisa berjalan lancar dan aman. Bukan mempersoalkan masalah tema,” cetusnya.

Menanggapi itu, Irwan menegaskan, pihaknya tidak menghalang-halangi melainkan meminta panitia melengkapi persyaratan agar kegiatan tersebut legal.

Setelah melalui debat yang alot, akhirnya pertemuan itu berakhir tanpa kesepakatan. Namun panitia tetap nekat menggelar kegiatan besok.

“Intinya begini, karena tidak ada izin keluar dari kami karena persyaratan tidak terpenuhi maka kegiatan itu ilegal jika benar besok tetap berlangsung. Hanya saja, sebagai pihak keamanan, kami tetap akan melakukan pengamanan,” tandas Irwan. [bal]

Berikan komentar