WEBSITE INI DIJUAL
Total artikel lebih dari 12,000.
Hubungi +1 816 281 6441 (WhatsApp)
KIRIM PESAN WA SEKARANG
FEE BAGI PERANTARA/PIHAK KETIGA Rp. 10,000,000 ke atas
Nusantara

Pasar Anyar Sari Terbakar, 108 Kios Ludes Dilalap Api

Ditulis oleh BCC

DENPASAR – Pasar Anyar Sari atau yang lebih dikenal dengan Pasar Batu Kandik, Jalan Gunung Galunggung, Denpasar Barat dilalap si jago merah pada Sabtu (11/8/2018).

Dari pantauan di lapangan, kebakaran yang melanda blok 1 dan blok 2 ini turut menghanguskan beberapa kios dan los yang sebagian besar menjual pisang dan perlengkapan upacara.

Kepala PD. Pasar Kota Denpasar, IB Kompyang Wiranata mengatakan, berdasarkan data sementara sedikitnya terdapat 108 kios dan los yang terbakar dari 590 total kios dan los yang ada.

 Ilustrasi kebakaran

Jumlah tersebut terdiri atas 19 kios di blok I, 47 los di blok I, dan 42 kios di blok II. Namun, pihaknya belum dapat memastikan terkait penyebab kebakaran dan total kerugian akibat musibah ini.

“Untuk penyebab kebakaran dan total kerugian kami belum dapat pastikan, nanti akan kami data terlebih dahulu,” ujarnya.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Denpasar, IB Joni Ariwibawa mengatakan bahwa kebakaran terlihat sekitar pukul 12.00 Wita dan api berhasil dijinakkan sekira pukul 15.30 wita. Proses pemadaman dilakukan dengan menerjunkan 7 mobil damkar yang di mana 5 merupakan mobil damkar Kota Denpasar dan 2 merupakan Damkar Kabupaten Badung.

“Saat ini, api sudah berhasil dipadamkan, dan memasuki tahap pendinginan puing-puing sisa kebakaran,” ungkapnya.

Sementara, Sekda Kota Denpasar sekaligus Kepala BPBD Kota Denpasar, AAN Rai Iswara mewakili Pemkot Denpasar turut prihatin terhadap musibah kebakaran yang terjadi di Pasar Anyar Sari ini. Pihaknya mengintruksikan instansi terkait agar melaksanakan pendataan dan inventarisasi pasca-kebakaran.

 Ilustrasi kebakaran

Selain itu, PD. Pasar Kota Denpasar bersama Kepala Pasar Anyar Sari diharapkan agar segara melakukan relokasi bagi pedagang yang kios dan losnya terkena musibah. Sehingga para pedagang dapat tetap berjualan sembari menunggu kordinasi lebih lanjut terkait penanganan pasca kebakaran.

“Mewakili Pemkot Denpasar kami turut prihatin dan pedagang yang terkena musibah agar bersabar, sembari menunggu renovasi dan perbaikan pasar pasca musibah, agar disediakan tempat relokasi sehingga aktivitas pasar dan roda perekonomian tetap berjalan karena pasar merupakan salah satu obyek penting pengembangan ekonomi kerakyatan,” jelas Rai Iswara.

Salah seorang pedagang, I Wayan Rekin (68) yang menjual perlengkapan upacara ini mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab kebakaran.

Kejadian ini bermula saat dirinya hendak menjemur jajan perlengkapan upacara. Namun, asap pekat telah mengepul dari bawah tepatnya di blok I, dalam sekejap api telah membesar dan menyebar ke kios dan los lainya . Dirinya memilih untuk menyelamatkan diri tanpa memikirkan barang daganganya.

“Iya kalau barang dagangan sudahlah, yang penting saya selamat dulu,” katanya.

(Ari)


Berikan komentar