WEBSITE INI DIJUAL
Total artikel lebih dari 12,000.
Hubungi +1 816 281 6441 (WhatsApp)
KIRIM PESAN WA SEKARANG
FEE BAGI PERANTARA/PIHAK KETIGA Rp. 10,000,000 ke atas
Nusantara

Bocah SD yang Selamat dalam Kecelakaan Pesawat Jatuh di Papua Alami Patah Tangan

Ditulis oleh BCC

JAYAPURA – Seorang siswa sekolah dasar (SD) selamat dalam kecelakaan pesawat jatuh di pegunungan Papua, mengalami patah tangan di bagian kiri.

Jumaidi (12) merupakan satu-satunya penumpang yang selamat saat pesawat Caravan jenis Pilatus Dimonim Air PK-HVQ, jatuh dalam perjalanan dari Tanah Merah menuju Oksibil, Sabtu (11/8/2018) kemarin.

Delapan penumpang termasuk pilot pesawat ditemukan tewas.

Kapolres Pegunungan Bintang AKBP Michael Mumbunan mengatakan, posisi pesawat berada di lokasi gunung Menuk.

“Kalau dari pesawat yang hilang kontak kemarin, kondisi pesawatnya ditemukan jatuh. Ada di gunung Menuk, untuk korban semuanya berjumlah sembilan orang, di mana satu orang dinyatakan selamat, dan delapan orang lainnya termasuk crew pesawat meninggal dunia,” ujarnya kepada Berita.cc Minggu (12/8/2018).

“Korban yang ditemukan dalam kondisi selamat adalah anak-anak berusia 12 tahun, korban selamat ditemukan dengan kondisi ada patah tangan sebelah kanan,” lanjut dia.

Foto/Ist

Michael mengungkapkan pihaknya masih menunggu hasil laporan dari Tim Evakuasi terkait kondisi pesawat.

“Hingga kini saya masih menunggu anggota kami yang berada dalam tim SAR Gabungan, di mana anggota kami dari Polres Pegunungan Bintang telah mendapatkan gambar kondisi pesawat. Jadi kami masih menunggu tim evakuasi yang sementara masih berlangsung, tim SAR gabungan masih dalam perjalanan menuju rumah sakit dalam proses evakuasi,” ujar Michael.

Ia menyampaikan pada saat pesawat jatuh, cuaca sedang berkabut dan hujan.

“Jadi pesawat ini berangkat dari Tanah Merah Boven Digoel menuju ke Oksibil. Jadi pada saat menuju dari Tanah Merah menuju ke Oksibil, kondisi cuaca di Oksibil memang kurang baik, dalam artian kondisi cuaca berkabut, mendung dan hujan, ” tuturnya.

Diduga, pesawat Dinomim Air mengalami kecelakaan karena faktor cuaca yang buruk.

“Kalau analisa dari kami yang sudah kami sampaikan, kejadian ini melihat dari cuaca yang buruk sekali, memang berkabut, dan di atas ketinggian, medan kami atau wilayah kami di Pegunungan bintang ini berbukit-bukit dan cuaca buruk itu terjadi sejak pagi hari sampai dengan malam tadi, sekitar jam 8 sampai 9 malam, baru terlihat reda kabutnya,”ungkap Michael.

Berkat Info Warga

Komandan Korem 172/PWY Kol. Binsar P. Sianipar mengtakan, penemuan pesawat ini berkat informasi dari seorang warga setempat, bernama Modestus Kakiar Madin (22) yang sebelumnya sempat melihat saat pesawat melintas dan mendengar suara ledakan.

“Benar telah ditemukan, dan tim telah berhasil mengevakuasi seluruh korban dimana satu anak yang masih hidup,” ujar Danrem 172/PWY, Kol. Binsar P. Sianipar, yang dikonfirmasi Berita.cc.

Sementara Danramil Oksibil mengatakan, saat ini dirinya beserta tim masih berada di lokasi jatuhnya pesawat.

“Tim terdiri dari 17 personel TNI, 18 personel Polri, 5 dari pemerintah daerah, dan puluhan masyarakat turut membantu,” ujar Kap. Inf. Aprin Danramil Oksibil kepada Berita.cc.

Menurut Aprin, tim berangkat dari Oksibil sekitar pukul 05.30 WIT dengan menggunakan kendaraan mobil.

Kemudian perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki untuk mendaki gunung Menuk dengan waktu selama dua jam.

“Kami turun diujung jalan, dan berjalan kaki mendaki selama kurang lebih dua jam. Kami menemukan seorang anak dalam kondisi hidup dan langsung mengevakuasi yang bersangkutan ke RSUD Oksibil,” ujar Kapt. Aprin.

(fzy)


Berikan komentar