WEBSITE INI DIJUAL
Total artikel lebih dari 12,000.
Hubungi +1 816 281 6441 (WhatsApp)
KIRIM PESAN WA SEKARANG
FEE BAGI PERANTARA/PIHAK KETIGA Rp. 10,000,000 ke atas
Kampus

9.152 Mahasiswa UGM Kompak Bentuk Formasi Merah Putih

Ditulis oleh BCC

SLEMAN – Sebanyak 9.152 mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada (UGM) membentuk formasi menarik dan kompak di acara penutupan Pelatihan Pembelajar Sukses Mahasiswa Baru (PPSMB) yang berlangsung sejak 6 Agustus lalu. Formasi Merah Putih dan beberapa tulisan seperti Bersatu Nusantara, Indonesia Jaya berhasil dibentuk dengan apik oleh para mahasiswa anyar tersebut.

Formasi tulisan Bersatu Nusantara, Indonesia Jaya tersebut bertujuan untuk menggelorakan semangat persatuan dan kesatuan yang terinspirasi dari sumpah dan semangat patih Gadjah Mada yang dahulunya berupaya menyatukan wilayah nusantara. Menggunakan caping yang berwarna biru, putih dan kuning ini mahasiswa secara serentak bergantian bertukar caping dengan rekannya agar terbentuk tulisan tersebut.

Selain itu Mahasiswa juga membentuk formasi bendera merah putih dengan menggunakan pom poms warna merah dan putih. Sungguh menarik ketika dilihat dari udara melalui kamera drone panitia penyelenggara.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimoeljono yang jadi orator kebangsaan dalam acara tersebut menyampaikan ucapan selamat kepada para mahasiswa baru yang diterima kuliah di Universitas Gadjah Mada. Menurut Basuki, tidak mudah untuk bisa kuliah di UGM karena harus bersaing dengan ratusan calon pendaftar lainnya.

”Anda harus bersyukur dari 172 ribu calon mahasiswa yang mendaftar, tidak lebih dari lima persen saja yang diterima. Ada dua hal yang akan didapatkan selama di UGM dan tinggal di Jogja, kalian akan mendapatkan ilmu dan pengetahuan, inilah menjadi bekal untuk bersaing di masa depan,” ungkap pria yang juga alumni UGM ini.

Sementara Rektor UGM Prof Ir Panut Mulyono MEng PhD., dalam pidato sambutannya mengajak mahasiswa menjadi orang yang lebih baik dan sukses di kemudian hari. Ia berpesan agar mahasiswa menghidari paham radikalisme sebaliknya mengedepan sikap dan nilai-nilai yang sesuai dengan Pancasila.

“Katakan tidak untuk radikalisme,tapi katakan yes untuk Pancasila,NKRI dan UUD 1945, jadilah sang juara,” ungkap Panut dengan nada penuh keyakinan.

(feb)

(rhs)


Berikan komentar