WEBSITE INI DIJUAL
Total artikel lebih dari 12,000.
Hubungi +1 816 281 6441 (WhatsApp)
KIRIM PESAN WA SEKARANG
FEE BAGI PERANTARA/PIHAK KETIGA Rp. 10,000,000 ke atas
Nusantara

Tim Gabungan Bekuk Kawanan Pemburu Beruang Madu di Lampung

Ditulis oleh BCC

LAMPUNG – Tim gabungan bersama Polsek Bengkunat di Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung, menangkap empat terduga pemburu beruang madu di kawasan hutan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) di wilayah setempat.

Berdasarkan keterangan humas TNBBS yang diterima di Lampung Timur, Minggu (12/8/2018), terduga pemburu beruang yang ditangkap adalah Hendra (63), warga Pekon (Desa) Sukamaju, Kecamatan Ngaras, Kabupaten Pesisir Barat.

Hendra ditangkap Sabtu 11 Agustus, sekira pukul 00.30 WIB, saat akan menjual satu opsetan (satwa mati yang diawetkan) beruang madu dan dua buah kulit satwa tersebut seharga Rp150 juta kepada petugas TNBBS yang menyamar sebagai pembeli.

Selanjutnya dari terduga dikembangkan dan ditangkap tiga orang lagi yakni Aroni alias Inday (60), Mardiansyah (38), dan Fahrizal Husin (54). Ketiganya warga Pekon (Desa) Penyandingan, Kecamatan Bengkunat, Kabupaten Pesisir Barat.

(Foto: Shutterstock)

Kapolsek Bengkunat Iptu Ono Karyono mengatakan, keempat orang yang ditangkap tersebut diduga telah melakukan kasus tindak pidana kehutanan sebagaimana dimaksud Pasal 40 Ayat (2) juncto Pasal 21 Ayat (2) huruf b dan d Undang-Undang RI Nomor 05 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Iptu Ono Karyono mengatakan, dari keterangan Hendra, satu opsetan satwa beruang madu diperoleh dari Fahrizal Husin. Dua kulit beruang madu didapat Hendra dari Aroni dan Aroni yang mendapatkannya dari Mardiansyah.

“Dua buah kulit beruang madu masih mengeluarkan bau busuk,” kata Ono.

Ia melanjutkan, menurut keterangan Mardiansyah, dua kulit beruang madu tersebut merupakan hasil berburu bersama dengan Heri dan Rudi yang sekarang buron.

“Perburuan tersebut dilakukan pada hari Jumat tanggal 3 Agustus 2018 sekitar pukul 14.00 WIB dalam kawasan TNBBS Register 22B Pekon Sumber Rejo Kecamatan Bengkunat Kabupaten Pesisir Barat,” sebutnya.

Kemudian pada Minggu 5 Agustus sekira pukul 14.00 WIB di kebun kopi dan lada kawasan Hutan Marga yang berada di Pekon Bumi Ratu, Kecamatan Ngambur, Kabupaten Pesisir Barat, pelaku melakukan perburuan dengan menggunakan alat senapan angin, pisau, dan alat penerang senter.

“Setelah pelaku mendapatkan hewan buruan, pelaku menguliti satwa buruan tersebut dengan menggunakan pisau, lalu dikeringkan dengan cairan kimia jenis spritus sebagai pengawet atau dijadikan opset. Kemudian pelaku menjual hasil buruan tersebut untuk mendapatkan uang,” terang kapolsek.

Ilustrasi beruang madu. (Foto: Berita.cc)

Saat ini keempat orang yang telah ditangkap dan berstatus tersangka tersebut beserta barang bukti diamankan di Polres Lampung Barat guna proses penyidikan oleh PPNS Balai Penegakan Hukum LHK Wilayah Sumatera dan PPNS Balai Besar TNBBS, serta dibantu oleh Penyidik Polres Lampung Barat.

Selain TNBBS, tim gabungan juga terdiri dari Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Ditjen PHLHK) Yayasan Badak Indonesia (Yabi), Wildlife Conservation Society (WCS), Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC).

Pelaksana Harian Kepala Balai Besar TNBBS Heru Rudiharto mengaku prihatin masih terjadinya perburuan liar di kawasan TNBBS.

“Saya sangat mengapresiasi hasil kerja kawan-kawan di lapangan, dan kita mengharapkan perburuan atas satwa mamalia besar yang menjadi logo dari TNBBS ini tidak terjadi lagi,” kata Heru saat menghadiri acara Global Tiger Day dan Peringatan Hari Konservasi Alam Nasional di Biha Kabupaten Pesisir Barat.

(han)


Berikan komentar