WEBSITE INI DIJUAL
Total artikel lebih dari 12,000.
Hubungi +1 816 281 6441 (WhatsApp)
KIRIM PESAN WA SEKARANG
FEE BAGI PERANTARA/PIHAK KETIGA Rp. 10,000,000 ke atas
Nasional

Tewasnya Suporter Persija, Muhammadiyah: Agama Menentang Keras Perbuatan Keji Itu

Ditulis oleh BCC

JAKARTA – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menyesalkan tindakan pengeroyokan yang dilakukan sejumlah oknum Bobotoh terhadap seorang suporter Persija Jakarta bernama Haringga Sirila (23). Akibatnya, Haringga meregang nyawa setelah mengalami luka cukup parah.

“Kekerasan apa pun, lebih-lebih yang melenyapkan nyawa manusia, tidak dapat dibenarkan. Agama, Pancasila, dan budaya luhur bangsa Indonesia menentang keras perbuatan keji seperti itu,” kata Haedar kepada Berita.cc, Rabu (26/9/2018).

Ia menuturkan, nilai-nilai sepakbola dan semua olahraga pada dasarnya tidak membenarkan kekerasan jalanan serta tindakan anarkis. Maka itu, Haedar berpendapat kondisi kekerasan di dunia sepakbola Tanah Air termasuk gawat darurat.

“Hukum harus ditegakkan dengan keras dan tegas. Aparat kepolisian jangan ragu-ragu bertindak meskipun menghadapi kerumunan massa yang anarki, harus berani tegas seperti ketika menghadapi teroris,” ucapnya.

Haringga Sirila tewas dikeroyok di Stadion GBLA Bandung. (Foto: Ist)

Lebih lanjut Haedar menambahkan, PSSI dan Kemenpora perlu mengambil langkah tegas dan berani agar mampu memutus mata rantai kekerasan sadis di dunia sepakbola Tanah Air. Bila perlu, sambung dia, pihak yang berwenang bisa membekukan Liga Indonesia serta klub yang terindikasi melakukan anarkisme melalui para suporternya.

“Jika penanganannya tambal sulam dan biasa saja akan mengulang tragedi-tragedi kekerasan serupa ke depan. Mau dibawa ke mana sepakbola Indonesia jika kekerasan demi kekerasan berlalu seolah biasa. Saatnya mengambil langkah dan tindakan yang tuntas demi masa depan olahraga dan penyelamatan generasi bangsa Indonesia,” tuturnya.

“Kami cinta sepakbola, cinta suporter, cinta bangsa, dan cinta kemanusiaan. Karenanya kekerasan apa pun, termasuk di dunia sepakbola, harus sama-sama kita cegah dan akhiri,” tegas Haedar.

Jenazah Haringga Sirila. (Foto: Berita.cc)

Sebagaimana diketahui, Haringga Sirla (23) yang merupakan pendukung Persija dikeroyok oleh sejumlah oknum Bobotoh di halaman parkir Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Akibatnya, nyawa Haringga tidak tertolong.

Polisi menetapkan delapan orang sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Ada kemungkinan jumlah tersangka bertambah.

Polisi menerapkan Pasal 170 KUHP tentang Penganiayaan yang Dilakukan Bersama-sama hingga Menyebabkan Korban Tewas. Ancaman pidananya di atas lima tahun penjara.

Sementara itu, Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi telah memutuskan menyetop kompetisi profesional Indonesia Liga 1 hingga batas waktu yang tidak ditentukan pasca-tewasnya Haringga.

(han)


Berikan komentar